Senin, 16 Oktober 2017

Tembok Berlin Sorong, Salah Satu Objek Wisata Unggulan Kota Minyak

Berkunjung ke Sorong tak lengkap rasanya tanpa menghabiskan malam di Tembok Berlin. Objek wisata yang menawarkan pemandangan pantai dengan aneka kulier sea food ini seolah telah menjadi icon kota berjuluk Kota Minyak.

kanaljogja.id/muhammad.nurtaqwa

Hal ini wajar saja karena memang Sorong kaya akan hasil minyaknya. Namun demikian kali ini saya akan membahas satu objek wisata yang benar-benar harus didatangi kalau tidak mau rugi.

Tembok Berlin sejatinya hanyalah objek wisata pantai dengan pagar tembok sebagai penahan ombak. Saat ombak tidak begitu besar kalau ingin main air dipersilakan, tapi saat pasang jangan coba-coba untuk turun.

Cukuplah berada di tembok yang demikan besar tersebut sembari makan pisang bakar atau yang biasa di sebut pisang epe. Selain pisang bakar ini masih terdapat banyak pilihan jajanan. Suasana akan terasa romantis saat senja.

Jangan kaget bila objek wisata ini akan mulai penuh justru setelah magrib higga tengah malam. Angin pantai yang segar dan meniup siapa saja seolah membuat enggan untuk beranjak pulang.

Mereka yang datang biasanya untuk berburu kuliner sea food. Meski Kota Sorong dikenal dengan biaya hidup yang cukup mahal tapi untuk soal kuliner masih ramah kantong.

Jangan lewatkan untuk mencicipi kelezatan kepiting yang benar-benar masih fresh. Bila kurang suka masih banyak menu lain bisa dipilih terutama ikan bakarnya.

Objek wisata ini juga bisa dijadikan bonus sesaat sebelum melanjukan perjalanan ke Raja Ampat. Kota Sorong menjadi salah satu pintu strategis ke objek wisata paling populer di tanah Papua tersebut. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan klub sepak bola kebanggan Raja Ampat berlatih di Sorong.

Kota Sorong sendiri bukanlah kota yang besar. Terlihat dari objek wisata ini bisa dituju dari Jalan Utama Basuki Rahmat. Jadi setelah turun dari Bandara Domine Eduard Osok cukup ambil arah kiri dan nanti akan ketemu Tembok Berlin. Bila tidak membawa kendaraan bisa naik angkot warna kuning yang oleh warga sekitar disebut taksi.

Membunuh waktu di Tembok Berlin ada baiknya bersama dengan para sahabat atau orang terkasih. Malam yang berlalu begitu cepat akan meninggalkan kenangan disaat kita sudah tidak ada di tanah Papua.



0 komentar

Posting Komentar