Sabtu, 06 Januari 2018

Kawasan Kota Tua Vs Kawasan Nol Kilometer

Tak bermaksud membandingkan karena Jakarta tak ubahnya Jogjakarta, pun demikian sebaliknya. Ada satu tempat yang bisa dibilang cukup mirip hingga kamu bila sedang dirantau tak perlu pulang kampung hanya sekedar untuk nostalgia.

Sebagai contoh bila saya orang Jogja dan kebetulan dulu sering menghabiskan waktu di Kawasan Nol Kilometer. Dan kini disaat sedang di Jakarta dan kangen suasana itu maka cukuplah melipir ke Kawasan Kota Tua.
Sebelas duabelas bila tidak mau dikatakan mirip. Di Kawasan Nol Kilometer saya terbiasa melihat lalu lalang wisatawan beserta atraksi unik.
Di Kawasan Kota Tua yang bisa dibilang sebagai pusat peradaban paling tua di Jakarta terdapat hal serupa. Berbagai atraksi dan aksi tersaji sepanjang jalan.
Spot foto dengan background bangunan tua begitu mudah ditemukan. Hingga mungkin bila terlalu close up mungkin tidak ada yang bisa menebak sejatinya sedang ada dimana.
Soal kuliner dan cenderamata pun demikian. Apa yang dijajakan keduanya juga sama.
Yang menjadi beda mungkin hanya perihal waktu. Manakala di Jogja dan menghabiskan waktu di tempat paling populer di Kota Gudeg tersebut bisa butuh  waktu 24 jam.
Lain halnya bila di Kota Tua Jakarta, dimana dikawasan bebas kendaraan bermotor tersebut akan dibatasi waktu. Tepat pukul 22.00 wib maka sirine akan menyala yang artinya pengunjung harus membubarkan diri.
Namun meski dibatasi waktu Kota Tua Jakarta layak dijadikan salah satu tempat untuk menghabiskan waktu. Terutama dikala senja saat mentari kembali ke peraduan.
Semburat jingga membuat siapa saja bergegas untuk mengambil gadget dan meraup foto sebanyak mungkin.
Jogja atau Jakarta sama saja. Dua kota yang sangat identik dengan suasana dan kesan yang ditinggalkan.
Bagi kamu yang kebetulan pernah mengunjungi keduanya boleh dong coret-coret dibawah untuk kesan-kesannya.

0 komentar

Posting Komentar